Jumat, 14 November 2008

Pengalaman yang Mengesankan (tugas B. Indonesia)

Pengalaman yang Mengesankan


Pengalamanku yang tidak terlupakan yaitu pas aku ke Dufan sama temen-temen SD-ku beberapa hari setelah wisuda, karena kami mau kumpul-kumpul karena kami akan pisah sekolah. Waktu itu kami janjian ketemuannya di sekolah kami yang dulu biar gak pada bingung. Kami memakai dua mobil, salah satunya pakai mobilku. Aku juga mengajak adikku ke Dufan, ternyata ada juga temenku yang membawa adiknya. Sekitar jam 8 pagi kami berangkat. Sampai di sana, aku dan temen-temen mulai berdebat mau naik wahana apa dulu, dan debatnya sudah seperti debat presiden saja.
Aku sudah lupa pertama kali kami ikut wahana apa, tapi yang jelas yang terakhir adalah Arung Jeram, biar basah-basah sekalian. Ada satu wahana namanya Extreme Log, sudah kami rencanakan akan mengikutinya sejak awal. Tapi gara-gara antreannya sangat panjang, akhirnya tidak jadi. Saat kami makan siang di McDonalds, datanglah kejadian yang menggemparkan! Aku kan jalan-jalan sama temen-temen cewek, eh ternyata kita ketemu sama temen-temen cowok! Nah, salah satu temenku yang namanya Nurul, disorakin sama temen-temen lain karena ketemu sama “pacarnya”, namanya Didit!! Pantas saja selama perjalanan itu si Nurul selalu sms-an terus, tapi kami gak tau ternyata dia sms-annya sama Didit. Setelah makan siang, aku dan dua temenku, Diza dan Chindar berpencar sendiri dari rombongan. Kami main wahana yang cukup ekstrim, salah satunya yang aku ingat adalah Pontang-Pontang. Itu adalah pertama kalinya aku bermain permainan itu! Selama bermain wahana tersebut, kami cuma teriak-teriak karena terlalu senang. Setelah ditelpon, ternyata yang lainnya masih main Bianglala karena wahana yang lain antreannya sangaaaaaat……panjang. Setelah ditelusuri, ternyata Didit memang sengaja ingin ikut ke Dufan dan ia bilang ke Nurul. Wah…..sekali lagi Nurul disorakin oleh teman-teman.
Akhirnya sore pun tiba. Kami lagi-lagi berdebat ingin naik Arung Jeram atau Halilintar. Akhirnya kami memilih Arung Jeram karena beberapa anak termasuk aku sendiri takut naik Halilintar. Pas antre panjang, kami sudah sangat kepanasan. Rasanya aku ingin pingsan saja. Tetapi saat giliran kami, semuanya kena basah dan ternyata aku yang paling basah!!! Salah satu temanku, Shifa bilang, “Ya ampun, Rasya!!!Enak banget ya basah-basah!!!”. Dari kepala sampai kaki semuanya basah kuyup! Belum puas, kami mencoba sekali lagi dan antre panjang lagi. Tetapi kali ini kami tidak merasa panas karena sudah kena basah duluan. Tapi saat giliran yang kedua, kami malah tak tambah basah. Ya….tidak apa-apalah. Ketika malam tiba, sudah saatnya kami berpisah dan berjanji akan bertemu kembali lain waktu. Tetapi ada kabar yang mengejutkan!! Beberapa waktu lalu aku baru mendapat kabar bahwa Nurul dan Didit benar-benar pacaran! Hahaha…..Itulah pengalamanku yang menurutku paling menarik, dan aku tidak mau melupakannya.

Nama: Rasya Mayona
Kelas: 7D
No. Urut: 29






Cara Bercerita Pengalaman yang Baik

Semua orang tentunya memiliki pengalaman yang mengesankan, bukan? Pastinya orang yang memiliki pengalaman tersebut ingin rasanya berbagi cerita dengan teman-temannya. Tetapi, bagaimanakah cara bercerita pengalaman itu dengan baik dan benar?
Mungkin saja ada orang yang bercerita pengalaman, tetapi karena suatu hal, cara ia bercerita berkesan tidak menarik. Bagaimana kita menghindarinya? Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilalui agar kita mampu menguasai kemampuan bercerita yang baik:
1. Tentukan satu peristiwa yang menurutmu paling mengesankan.
2. Bayangkan dan ingat kembali peristiwa tersebut.
3. Buatlah kerangka cerita dari awal kejadian hingga kahir agar pendengar tidak bingung dengan ceritamu.
4. Gunakan kata yang menarik agar pendengar tidak bosan.
5. Berlatihlah bercerita, agar kita bisa lancar menceritakan peristiwa.
Dan bila kita akan bercerita di depan orang-orang, kita juga harus memerhatikan hal-hal berikut:
1. Perhatikan pendengar selama bercerita.
2. Lakukan interaksi agar mereka seolah terlibat dalam peristiwa yang sedang kita ceritakan.
3. Aturlah panjang pendek cerita. Sebaiknya, perpanjanglah bagian cerita yang paling menarik.
4. Gunakanlah kata-kata yang mudah dimengerti agar pendengar juga mampu memahami cerita.
5. Gunakanlah variasi suara, ekspresi wajah, dan gerak tubuh agar pendengar juga senang melihatnya.
Bila kita sedang menunggu giliran bercerita sementara teman yang lain sedang bercerita, kita juga harus menjadi pendengar yang baik, agar saat kita akan bercerita, kita tidak mengikuti kesalahan yang ada saat teman kita bercerita.

Tidak ada komentar:

Berita

Loading...